Akar

Bagaimana kamu dilahirkan didalam kepalaku?

Aku memangkas tiap rimbun batang di tubuhku.
Mencari-cari di mana akar cerita kita
Yang tak sempat tercatat,
dalam buku catatan lusuh yang telah bertahun bersamaku

Aku sibuk mencari akar cerita kita
Yang tak sempat tercatat,
meski hanya dalam ingatan yang samar-samar.

Di damar senja, aku duduk di matamu yang berwarna cokelat
Menunggu kamu pulang
Sambil ku bersihkan lumut di tiap batang pohon tubuhku
Menunggu kamu pulang.

28 Agustus 2013

This entry was posted in Semacam Sajak. Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  • Follow me