Kamu dan Perapian Tua

12.15 pm

Aku berputar-putar dalam lingkaran tentang kamu.

Siang yang hening. Lukisan warna langit yang ceria.
Apa lagi yang perlu disangsikan
perihal kebahagiaan?
Tidak ada.

Uh. Tapi hatimu berlapis salju!
Dingin dan beku.
Di langit yang seceria ini, Apa yang membuat senyummu kaku?
Ironi hari ini. Duh.

Di perapian tua,
Ku hangatkan cerita soal rumah di dalam gua.
Kamu mulai mendengarkan.
Aku membuat teh hangat.
Untuk menemani mengunyah lapisan hatimu yang kian renyah.
Menjadikannya darah yang royal bagi tubuhku.

12.28 pm

Terima kasih kepada Sanjaya Adi Putra, desainer paling tangkas di kantor, yang sudah memberiku 5 kata untuk menulis hari ini.
Royal, lingkaran, lapisan, renyah, ironi.

This entry was posted in Semacam Sajak. Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  • Follow me