Menuju Aku

Aku belajar meremah kata-kata menjadi tak beraturan. Menjadi serbuk yang bisa ku seduh serupa kopi. Kita akan minum berdua. Merapikan rak buku. Aku ingin menyusunnya sesuai alfabet. Kau bilang kau ingin menyusun dari huruf Z berakhir di A. Ku iyakan saja.

Di sela-sela aku bilang, aku tak butuh lelaki gombal. Kau membalas, bahwa kau tak butuh perempuan tak setia.

Kita beringsut pada masa lalu yang kitapun lupa tentang apa. Tak ada lagi salah satu diantara kita yang mau mengingat detail kesakitan masa lalu.

Sekarang, katakan pada perahu-perahu, arah mana yang akan kau tuju. Aku?

This entry was posted in Semacam Sajak. Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  • Follow me